BERITA UTAMA

14 Akun Medsos Provokator Omnibus Law Diselidiki Polres Depok

Foto: Dok. Ilustrasi

Mediadepok.id – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Wadi Sabani mengatakan tengah menyelidiki akun media sosial yang dianggap bernada provokatif untuk mengikuti aksi demo Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Ada banyak sekali media sosial baik Instagram, Facebook, Twitter, maupun Whatsapp Group, yang berisi ajakan-ajakan untuk melakukan demo di Jakarta dan isinya memang provokatif,” kata Wadi kepada wartawan, Jumat (9/10).

Wadi menyebut sedikitnya ada 14 akun media sosial dan Whatsapp Group yang tengah diselidiki, karena dianggap telah menyimpang dari tujuan demo.

“Khususnya di WhatsApp Group, isi kontennya mereka diajak bukan untuk berdemo, akan tetapi diajak untuk melakukan perusakan, menyerang kantor polisi, bahkan membakar kantor polisi,” ujar Wadi.

Ia mengatakan terhadap akun-akun tersebut telah dilakukan tindakan pencabutan konten atau take down, serta sedang dilakukan penyelidikan terkait pemilik akun.

“Konten yang provokatif sudah kita take down, kita juga akan melakukan penyelidikan terhadap siapa pemilik akun tersebut, supaya tidak terjadi dampak tidak baik bagi kondisi kamtibmas yang ada, ancamannya UU ITE,” tegas Wadi.

Adapun ke 14 akun media sosial tersebut diantaranya Akun Facebook : BEM Universitas Indonesia, Bangsat_Bangsa, Buruh Setuju/Tolak Omnibus Law, akun Instagram : @mahasiswagunadarma, @aktivis.mahasiswa98, @bem_si, Whastapp Group : STM Bergerak, Mabar ga, akun Twitter : @Ananda13Bunga, @KlaraPrt, @uinbdgside, @PartaiSocmed, @doremisolasi, @MellyMardhi (Arief Ramdhani)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Choose A Format
Gif
GIF format
Close