SERBA SERBI

SERASI STMIK Nusa Mandiri Kembali Hadir Dalam Bentuk Webinar

JAKARTA – Seminar Inspirasi (SERASI) di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri yang bertajuk FLASH (Fun, Collaborate, Action, Society, and Humanity) kembali hadir dalam bentuk Webinar (daring) melalui Youtube Channel Nusa Mandiri. Kali ini Serasi diadakan dalam rangka menyambut mahasiswa baru Kampus STMIK Nusa Mandiri dan menghadirkan Millennial Coach, Ripan Karlianto.

Ripan yang merupakan alumni STMIK Nusa Mandiri dan saat ini menjabat sebagai training manager di salah satu perusahaan StartUp di Indonesia, membagikan motivasi ke Mahasiswa baru kampus STMIK Nusa Mandiri tentang kapan waktu yang tepat untuk memulai dan sadar dengan potensi diri sendiri.

“Saat ini teman-teman mahasiswa baru kampus STMIK Nusa Mandiri seharusnya sadar, ini adalah waktu yang tepat untuk teman-teman memulai,” jelas pria yang pernah bekarir sebagai Senior Trainer bersama Merry Riana, Sabtu (11/9).

Ripan mengatakan, mahasiswa seharusnya bukan hanya bangga dengan kampus STMIK Nusa Mandiri tetapi terhadap diri sendiri juga.

“Kita tidak perlu membandingkan kampus STMIK Nusa mandiri dengan perguruan tinggi negeri atau swasta lainnya, tapi poinnya adalah tergantung dari kitanya. Apakah kita ingin menjadi besar di sebuah instansi/kampus yang sudah besar, walau pun di tempat teman-teman nanti berkarir belum ada yang mengenal Nusa Mandiri. Tapi yang membuat kampus STMIK Nusa Mandiri ini besar dengan sadar akan potensi diri sendiri,” jelasnya.

Ripan menegaskan, hal pertama yang perlu dilakukan yakni percaya dengan kemampuan diri sendiri, lalu selanjutnya orang di sekitar akan mempercayai kemampuan yang sudah dimiliki teman-teman mahasiswa.

“Selain teman-teman harus sadar akan potensi diri sendiri. Teman-teman mahasiswa baru di Kampus STMIK Nusa Mandiri juga harus tau apa yang teman-teman ingin perjuangkan. Jadi, Apa yang sedang teman-teman perjuangkan? Buat apa teman-teman melanjutkan kuliah di STMIK Nusa Mandiri?,” ungkapnya.

Menurut Pria berusia 29 tahun ini, jika dari awal mahasiswa tidak tahu apa yang ingin diperjuangkan dari sekarang, kedepannya pun tidak akan tahu apa yang didapatkan. Sedangkan yang sudah tahu apa yang ingin diperjuangkan, itu belum tentu mencapai apa yang diperjuangkan.

“Apa yang harus kita lakukan pertama kali adalah merancang strategi serta cara menajamkan potensi diri dengan strategi yang dimiliki. Walau pun dalam satu rencana gagal, ketika kita punya strategi, kita akan mendapatkan jalan keluar pada rencana selanjutnya,” ungkap Putri Tasya, Runner Up 2 Puteri Kebudayaan Indonesia 2019, yang menjadi salah satu peserta Serasi sebagai mahasiswa baru kampus STMIK Nusa Mandiri.

(Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Choose A Format
Gif
GIF format
Close