Mediadepok.id – Usaha depot air minum isi ulang saat ini menjadi salah satu usaha yang diminati oleh masyarakat, Namun masih ada yang membuka usaha air isi ulang yang tanpa mempunyai izin atau Tanda Daftar Industri (TDI) dan Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), salah satunya depot air minum MinerRO di wilayah Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Sabtu (28/12).

Bukan cuma tidak memiliki izin, tetapi pengusaha Depot Air isi ulang ini menggunakan air bawah tanah yang di isi dengan selang tanpa menggunakan tabung air/ tandon plastik dan aluminium, tabung filter dan ultraviolet, lemari stainless untuk display, dan water meter.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya memberi tahukan hal tersebut kepada awak media.

“Benar mas, itu depot air isi ulang tidak ada mereknya dan benner. Pemiliknya kalau mau isi air ke galon, rolling door nya selalu ditutup dan alat-alat untuk isi ulangnya pun ngga ada seperti air isi ulang lainnya yang saya ketahui,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Wartawan kabarpolisi.com begitu dapat aduan dari masyarakat disekitar usaha tersebut, langsung mendatangkan lokasi depot air isi ulang tersebut untuk melakukan konfirmasi.

Menurut pengakuan Hamdan salah satu karyawan air isi ulang ini, benar adanya pengisian air isi ulang tersebut menggunakan air tanah.

“Memang saya menggunakan air rumah/air tanah. Tetapi kita lagi melakukan proses pengurusan izin di skopindo, dan lagi menunggu surat tersebut keluar,” ujar Hamdan

Biasanya ada konsumen yang komplen, “bang lu pake air apa sih? Anak gue jadi sakit perut begini, makanya saya ngga jual disekitaran lingkungan ini,” pungkasnya.

Awan pemilik usaha depot air isi ulang membantah soal air isi ulang tersebut, Kan saya sesuai prosedur dan saya juga lagi ngurusin izin nya. Biarpun saya jual air tanah kalau bisa minum ya ngga jadi masalah makanya saya lagi ngurus sertifikat dan izin nya,” kata Awan.

“Kita juga sudah minta izin ke RT, dan sudah di izinkan oleh RT. Warga kalau mau melapor ya ke RT atau ke kita, karna ada tahap-tahapannya. Jangan langsung ke Abang sebagai wartawan,” bungkamnya.

Sekarang abang sebagai wartawan, fungsinya abang ada apa kesini.

“Secara prosedural air saya ini sudah layak di minum, cuma belum menguatkan dari hasil uji laboratorium,” katanya sembari tidak terima dengan kedatangan wartawan untuk melakukan konfirmasi sebagai fungsi wartawan dan kode etik wartawan.

Awan juga membantah soal nanti berita ini di tayangkan oleh redaksi kabarpolisi.com

“Kalau Abang memunculkan berita saya ke masyarakat, berarti Abang menjelekan saya. Kalau Abang punya etikad baik ngapain mesti berita ini nantinya akan di tayangkan, kita juga lagi mengurus izinnya. Kecuali saya tidak ada etikad baik untuk mengurus izin ini baru abang boleh naikin beritanya,” kata Awan.

Aturan Mengenai Usaha Depot Air Minum

Aturan mengenai usaha depot air minum diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 651/MPP/KEP/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya Menteri Perindustrian dan Perdagangan

Berdasarkan Pasal 2 Kepmenperindag 651/2004, ada beberapa persyaratan yang perlu dipatuhi dan diikuti pelaku bisnis depot air isi ulang, yaitu:

1.Depot air minum wajib memiliki Tanda Daftar Industri (TDI) dan Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya sampai dengan Rp. 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. Depot air minum wajib memiliki Surat Jaminan Pasok Air Baku dari PDAM atau perusahaan yang memiliki Izin Pengambilan Air dari Instansi yang berwenang.

3. Depot air minum wajib memiliki laporan hasil uji air minum yang dihasilkan dari laboratorium pemeriksaan kualitas air yang ditunjuk pemerintah kabupaten/kota atau yang terakreditasi.

Selain itu, ada pula beberapa peraturan Menperindag yang juga harus ditaati peluk bisnis, di antaranya:

1. Air yang digunakan harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

2. Tidak di perbolehkan untuk mengambil air dari air PDAM yang ada dalam jaringan distribusi untuk rumah tangga.

3. Transportasi air dari lokasi sumber air baku ke depot air minum harus menggunakan tangki pengangkut air yang tara pangan (food grade).

4. Produk air minum yang dihasilkan wajib memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

5. Depot air minum hanya diperbolehkan menjual produknya secara langsung kepada konsumen di lokasi depot dengan cara mengisi wadah yang dibawa oleh konsumen atau disediakan.

6. Tidak boleh menyetok produk air minum dalam wadah yang siap dijual.

7. Depot hanya diperbolehkan menyediakan wadah tidak bermerek atau wadah polos.

8. Pemilik depot wajib memeriksa wadah yang dibawa oleh konsumen dan dilarang mengisi wadah yang tidak layak pakai.
Wadah harus dibilas dan atau dicuci dan atau disanitasi wadah dan dilakukan dengan cara yang benar.

9. Tutup wadah yang disediakan oleh depot harus polos/tidak bermerek.
Depot tidak diperbolehkan memasang segel/shrink wrap pada wadah. (Muhammad Rezki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here