Merdeka.com

Depok.id – Dinas Pemerintah Kota Depok menaikkan status kasus Hepatitis A menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebelumnya statusnya adalah KLB parsial.

Ditingkatkan status tersebut karena virus tersebut kini tidak hanya menjangkiti siswa di SMPN 20, namun sudah menyebar.

“Dari data kami penyebaran bukan hanya di SMPN 20 saja tapi telah menyebar, makanya kami tetapkan status KLB,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita, Jumat (29/11).

Dengan peningkatan status tersebut, maka pihaknya telah menyediakan anggaran yang dikhususkan dalam penanganan kasus virus Hepatitis A.

“Jadi selama masa KLB ini, bagi masyarakat kota depok yang positif terjangkit virus Hepatitis A, seluruh biaya perawatannya ditanggung Pemkot Depok,” paparnya.

Status KLB kasus Hepatitis A ini berlangsung mulai dari 20 November 2019 hingga 20 Januari 2020. Pihaknya menyebar surat keterangan kewaspadaan dini kepada seluruh camat, lurah, puskesmas, rumah sakit, dan instansi pemerintahan daerah agar segera melaporkan apabila ada gejala-gejala yang menunjukkan indikasi Hepatitis A.

“Ini sebagai bentu antisipasi kami juga, kalau ada kasus segera laporkan ke kami Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Sejumlah pasien pun dirawat di RSUD Depok akibat virus tersebut. Tercatat ada sembilan orang yang dirawat di RSUD Depok. “Total yang datang ke sini ada 15 orang dari SMPN 20, tapi yang dirawat ada sembilan orang, sisanya pulang,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Depok, Lely Nurlely.

Mereka dirawat di ruang khusus agar memudahkan pemantauan juga menghindari penularan virus. “Sebenarnya bukan ruang khusus untuk hepatitis, hanya ruang biasa saja tapi pasiennya dijadikan satu ruangan untuk memudahkan pemantauan,” pungkasnya.

Sumber : Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here